Panduan Akademik

 

Kegiatan Pendidikan

1. Kuliah dan Praktikum
Mahasiswa harus mengikuti kuliah, praktikum, praktek dan kegiatan lain sesuai dengan rencana studinya dengan tertib dan teratur atas dasar ketentuan yang berlaku.

  1. Kuliah dilaksanakan secara tatap muka sebanyak 16 minggu dalam satu semester. Untuk bobot kuliah 1 SKS kuliah dilaksanakan satu jam kuliah setiap minggu dengan lama waktu setiap jam kuliah 50 menit. Untuk mata kuliah dengan bobot 2 SKS, kuliah dilaksanakan 2 jam kuliah atau 2 x 50 menit setiap minggu. Mata kuliah dengan bobot SKS 2,1 adalah mata kuliah dengan bobot 2 SKS yang disertai dengan 1 SKS untuk praktikum. Di antara mata kuliah yang ditawarkan ada yang memerlukan mata kuliah prasyarat untuk dapat dipilih. Untuk mata kuliah dengan prasyarat hanya boleh diambil setelah mata kuliah yang ditetapkan menjadi prasyaratnya telah diselesaikan dengan nilai ujian minimal D.

  2. Suatu mata kuliah dapat diselenggarakan (diteruskan) kuliahnya apabila jumlah peserta yang mengambil mata kuliah yang bersangkutan pada semester berjalan minimal 10 (sepuluh) mahasiswa. Apabila jumlah peserta kurang dari 10 (sepuluh) maka tawaran mata kuliah yang bersangkutan pada semester berjalan dinyatakan batal dan mahasiswa dipersilahkan untuk segera mengganti mata kuliah tersebut dengan melakukan perubahan rencana studi.

  3. Praktikum yaitu kegiatan di laboratorium atau di lapangan yang setara dengan kegiatan 3 jam per minggu selama satu semester yang harus dikerjakan sendiri oleh mahasiswa. Kegiatan praktikum dipimpin oleh asisten di bawah bimbingan dosen pengasuh mata kuliah yang bersangkutan. Dalam pelaksanaannya, asisten dapat dibantu oleh beberapa Ko Asisten (Ko As). Tidak ada satu bagian pun dari acara praktikum yang boleh ditinggalkan oleh mahasiswa. Setiap hasil acara praktikum harus ditanda tangani oleh Ko As. Setelah semua acara praktikum diselesaikan, mahasiswa diharuskan mempertanggungjawabkan hasilnya. Kegiatan ini dinamakan responsi. Mahasiswa yang telah melakukan responsinva akan diberi surat puas dengan mencantumkan nilai praktikum yang besarnya berkisar antara A sampai D. Bagi mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan acara praktikumnya pada waktu yang telah ditentukan akan diberi nilai T. Apabila dalam waktu 2 (dua) minggu setelah jadual kuliah semester berikutnya dimulai, tugas tersebut belum bisa diselesaikan, praktikum dianggap gugur.

  4. Apabila pada pelaksanaan kuliah atau praktikum ada mahasiswa (perorangan atau kelompok) merusakkan peralatan/perlengkapan kuliah atau praktikum maka mahasiswa (perorangan atau kelompok) yang bersangkutan wajib mengganti/memperbaiki peralatan/perlengkapan tersebut. Nilai praktikum atau nilai akhirmata kuliah tidak dapat keluar apabila kewajiban tersebut belum dipenuhi. Aturan ini berlaku juga sewaktu mahasiswa melaksanakan praktek lapangan.

2. Kuliah Lapangan
Praktek Pengelolaan Hutan Lestar Magang dan KKN Di samping kuliah dan praktikum, mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM juga harus melaksanakan praktek. Kegiatan praktek bertujuan untuk memperkaya atau mencocokkan teori yang diperoleh dari kuliah/praktikum dengan praktek kehutanan di lapangan. Oleh karena itu praktek umum sangat penting artinya bagi mahasiswa untuk membentuk kemampuan berkarya. Kegiatan praktek mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang bersifat wajib ada dua macam, yaitu: kuliah lapangan dan praktek pengelolaan hutan lestari. Berikut adalah penjelasan dari masing masing obyek praktek lapangan dimaksud:

a. Pengantar Ilmu Kehutanan (PIK)
Praktek ini merupakan bagian dari matakuliah Praktek Ilmu Kehutanan. Praktek ini bertujuan memberi bekal awal kepada mahasiswa di awal dengan maksud untuk mengenal hutan dan kehutanan secara umum. Praktek ini dilaksanakan pada akhir semester pertama dan merupakan syarat sahnya nilai akhir mata kuliah PIK bagi mahasiswa yang telah mengambil nilai mata kuliah PIK.

b. Kuliah Lapangan 1 (0,1) SKS (Wajib Fakultas)
Kuliah lapangan merupakan kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa Fakultas Kehutanan yang dilaksanakan pada akhir semester IV, dan telah menyelesaikan subjek pelajaran sedikitnya sejun dah kumulatif 30 SKS termasuk didalamnya Mata Kuliah (MK) Ilmu Tanah Hutan, Dendrologi, Silvika dan Ekologi Hutan 1. Kuliah lapangan yang mempunyai bobot kredit 1 SKS ini dilaksanakan di lokasi yang mewakili misal Baturaden, Tritih, Nusakambangan, dll selama kurang lebih tiga hari, bertujuan untuk mengenal berbagai macam tipe hutan, kegiatan teknik kehutanan, dan cara cara pengelolaan kawasan hutan.

c. Praktek Pengelolaari Hutan Lestari 3 (0,3) SKS (Wajib Fakultas)
Kegiatan praktek ini merupakan kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa Fakultas Kehutanan, dan dapat diikuti oleh mahasiswa tersebut setelah menyelesaikan subjek pelajaran sejumlah 80 SKS yang rincian MK nya dapat dilihat pada lampiran 1, dan telah menyelesaikan prasyarat Kuliah Lapangan. Praktek ini dilaksanakan di Getas selama. kurang lebih 3 (tiga) minggu. Tujuan praktek yang berbobot 3 SKS ini adalah untuk melatih mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang telah diperolehnya di bangku kuliah pada praktek sebenarnya di lapangan, dan membekali mereka dengan berbagai keterampilan serta pengalaman dalam setiap kegiatan pengelolaan hutan secara lestari. Materi praktek ini mencakup seluruh aspek pengusahaan hutan yang terdiri dari: perencanaan, penataan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan hutan, dan pengolahan serta pemasaran hasil hutan. 28 Panduan Akademik

d. Praktek Silvikultur Intensif 1 (0,1) SKS (Wajib Program Studi)
Praktek ini wajib diikuti oleh mahasiswa Program Studi Budidaya Hutan yang telah menyelesaikan prasyarat yaitu Kuliah Lapangan dan Pengelolaan Hutan Lestari (Praktek Getas), dan telah mengambil MK Fisiologi Pohon. Praktek dengan bobot 1 SKS ini dilaksanakan di KPH jember dan sekitarnya, selama kurang lebih satu minggu, untuk mempelajari Pengelolaan Hutan Tanaman dengan Silvikultur Intensif, khususnya jenis Pinus merkusii Jungh. et de Vriese. Materi yang dipelajari adalah: Proses produksi dan pengujian benih pembibitan tanaman, penyiapan lahan dan pembuatan tanaman, pemeliharaan tanaman, pengenalan hutan rakyat dan agroforestry, serta. perlindungan hutan dan tanah hutan.

e. Praktek Industri 2 (0,2) SKS (Wajib Program Studi)
Praktek ini wajib diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Hutan yang telah menyelesaikan prasyarat yaitu Kuliah Lapangan dan Pengelolaan Hutan Lestari (Praktek Getas), dan telah mengambil Matakuliah prasyaratnya. Praktek dengan bobot 2 SKS ini dilaksanakan selama 1 bulan pada industri industri yang aktifitasnya gayut dengan kegiatan pengolahan hasil hutan seperti industri penggergajian, kayulapis, pulp dan kertas, meubel dan kerajinan, gondorukem, terpentin, minyak kayuputih, dan sebagainya. Materi yang dipelajari adalah: Pengelolaan industri khususnya yang berkaitan dengan rencana dan kegiatan teknis penyediaan dan pemilihan bahan baku, proses produksi, ketenaga kerjaan, pengendalian mutu, penanganan limbah, dan pemasaran. Pemilihan tempat praktek dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan, sesuai dengan bidang yang diminatinya.

f. Praktek Konservasi Sumberdaya Hutan 1 (0,1) SKS (Wajib Program Studi)
Praktek ini wajib diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sumberdaya Hutan yang telah menyelesaikan prasyarat yaitu Kuliah Lapangan dan Pengelolaan Hutan Lestari (Praktek Getas), dan minimum telah memperoleh nilai D dari MK Pengelolaan Kawasan Konservasi. Praktek dengan bobot 1 SKS ini dilaksanakan selama 1 (satu) minggu di kawasan konservasi, seperti kawasan suaka alam (cagar alam, suaka margasatwa, cagar biosfer) dan kawasan pelestarian alam (taman nasional, taman hutan raya, taman wisata alam). Praktek im dimaksudkan untuk mempelajari rencana pengelolaan kawasan konservasi dan teknis pelaksanaan pengelolaan kawasan konservasi.

g. Magang 2 (2,0) SKS (Pilihan)
Praktek kerja magang (PKM) adalah subyek pelajaran pilihan yang berupa kegiatan bekerja penuh/nyata pada suatu lembaga yang aktifitasnya gayut dengan sektor kehutanan. Kegiatan PKM disediakan untuk seluruh mahasiswa dari seluruh program studi yang ada di Fakultas kehutanan UGM dengan syarat bahwa mahasiswa tersebut harus telah selesai melaksanakan kegiatan praktek pengelolaan hutan lestari. PKM dijalankan minimum selama 2 bulan kalender, dengan bobot total sebesar 2 SKS. Proses kerja PKM yang berupa bekerja pernah di tempat PKM ini dilakukan sesuai dengan instruksi lembaga yang menjadi obyek terpencil birnbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL PKM). DPL PKM berasal dari personal staf di lembaga tempat mahasiswa melaksanakan PKM yang diangkat dengan Surat Keputusan Dekan Fakultas Kehutanan UGM. Mahasiswa yang telah mengikuti PKM selama minimum 2 bulan, dan dinyatakan lulus oleh DPL PKM, selain akan memperoleh pengalaman kerja secara nyata mahasiswa juga akan memperoleh sertifikat PKM dari lembaga yang menjadi obyek PKM, yakni suatu sertifikat yang dapat dinilai setingkat dengan sertifikat pengalaman kerja. Mahasiswa yang akan mengambil subyek pelajaran PKM, dapat mendaftarkan diri di Divisi Praktek Umum.

h. Kuliah Keria Nyata 3 (0,3) SKS (Wajib Universitas)
Di samping Kuliah Lapangan dan Praktek Umum, mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM juga harus melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini merupakan program universitas dan bersifat terpadu. Dalam melaksanakan KKN mahasiswa Fakultas Kehutanan bekerja bersama sama dengan mahasiswa fakultas lain. Tugas yang harus dilaksanakan adalah memberikan bimbingan kepada masyarakat dengan tindakan nyata untuk memecahkan masalah pembangunan di lokasi KKN. Untuk mengikuti KKN mahasiswa harus sudah lulus ujian dengan menyelesaikan paling sedikit 120 SKS dan pada waktu KKN, mahasiswa diperbolehkan mengikuti 1 (satu) mata kuliah, yang merupakan mata kuliah ulangan. Untuk menghindari kerugian waktu, seyogyanya KKN dilakukan pada waktu mahasiswa sedang menjalankan skripsi atau telah menyelesaikan semua mata kuliah teorinya. Mahasiswa juga dapat memanfaatkan waktu secara lebih efisien dengan mengambil KKN pada semester pendek. Disamping itu, juga ditawarkan model KKN lainnya seperti KKN tematik, dll.

3. Skripsi dan Ujian Pendadaran
a. Skripsi
Skripsi adalah karangan ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa sebagai persyaratan akhir pendidikan akademisnya. Tujuan Skripsi adalah melatih mahasiswa untuk melakukan penelitian secara utuh, mulai dari mengenal dan merumuskan masalah, merumuskan tujuan penelitian dan hipotesis, merancang cara (metodologi) pengumpulan & analisis data, rnenulis laporan penelitian dan mempertanggung jawabkan hasilnya secara akadernik. Skripsi dapat diambil mahasiswa dengan syarat telah menempuh kuliah minimal 120 SKS dan Indeks Prestasi minimal 2,00. Unsur unsur yang diperlukan untuk melakukan skripsi telah dipelajari sejak semester satu, baik dalam kuliah, praktikum dan praktek lapangan. Oleh karena itu, mahasiswa sudah dapat mempersiapkan judul atau topik skripsi sedini mungkin untuk mempersingkat masa studi. Topik skripsi yang diambil mahasiswa tentu saja mencerminkan program studi yang diikuti atau sesuai dengan bidang yang diminatinya. Penunjukkan Dosen Pembimbing Skripsi dipilih sesuai dengan bidang studinya dan ditetapkan oleh Komisi Skripsi masing masing Bagian/ Jurusan. Pedoman penulisan proposal, Seminar, Skripsi ditulis terpisah dari buku ini.

b. Ujian Pendadaran
Ujian pendadaran adalah evaluasi hasil penulisan, skripsi mahasiswa yang penyelenggaraannya diatur Fakultas. Syarat untuk menempuh ujian pendadaran adalah mahasiswa telah lulus mata kuliah yang dipersyaratkan (minimal 146 SKS) dengan IPK lebih besar atau sama dengan 2,00; Nilai D tidak lebih dari 25% dari total SKS (nilai Pancasila & Agama minimal C); tercantum sebagai pengambil "Skripsi" dalam KRS pada semester yang bersangkutan; terdaftar sebagai mahasiswa UGM. Panduan Akademik Fakultas Kehutanan UGM ujian pendadaran dilaksanakan selama 2 sampai 2,5 jam. Dosen 3 orang atau 4 orang (apabila Pembimbing skripsi disertai Pembimbing Pendamping). Tim penguji ujian pendadaran ditentukan oleh Dekan atau Wakil Dekan Bidang Akademik atas usulan Ketua Bagian. Penilaian ujian pendadaran dapat dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu:
i. Penilaian terhadap naskah skripsi yang mencakup materi skripsi, metodologi, tujuan penelitian, perumusan hipotesis, pembahasan, sistematika penulisan, bahasa dan format penulisan.
ii, Penilaian terhadap pertanggung jawaban hasil ujian meliputi penguasaan materi, metodologi, argumentasi, penyajian dan penampilan.


 

Tata Laksana Pendidikan

1. Pendaftaran

Setiap semester mahasiswa wajib mendaftarkan diri, sesuai jadwal di dalam kalender akademik. Pendaftaran ulang dilakukan di Bagian Registrasi Biro Administrasi Akademik (BAA) UGM Jl. Kinanti, Barek (sebelah utara gedung MM UGM), yaitu :

a. Mahasiswa baru

Pendaftaran mahasiswa baru dilakukan sesuai dengan proses di Universitas Gadjah Mada (Lihat petunjuk pendaftaran universitas di Kantor UM UGM)

b. Mahasiswa lama

  1. Setiap mahasiswa UGM diwajibkan melakukan pendaftaran ulang (administrasi dan akademik) pada setiap awal semester yang jadwalnya diatur oleh universitas sesuai kalender akademik.

  2. Mahasiswa yang akan mendaftar ulang diwajibkan memenuhi syarat-syarat berikut :

    1. Surat permohonan ijin pendaftaran ulang untuk semester yang bersangkutan dari Dekan atau yang diberi wewenang untuk itu.
    2. Katu Tanda Mahasiswa (KTM) semester sebelumnya atau KTM terakhir bagi yang terputus studinya.
    3. Kuitansi pembayaran SPP dan biaya lainya untu semester yang bersangkutan. Mahasiswa yang non aktif tanpa ijin harus membayar lunas SPP selama masa non aktif tersebut.
    4. Pas foto hitam putih terbaru (3x4) cm, tidak menggunakan kaca mata hitam.
  3. Mahasiswa yang terputus studinya kurang dari dua tahun harus melampirkan Surat Ijin Aktif Kembali dari Dekan dan mahasiswa yang terputus studinya lebih dari dua tahun harus melampirkan Surat Ijin Aktif Kembali dari Rektor.

  4. Pendaftaran Ulang wajib dilakukan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan dengan mengisi berkas formulir pendaftaran yang disediakan di fakultas.

  5. Mahasiswa yang telah selesai melakukan pendaftaran ulang berhak mendapatkan KTM yang berlaku untuk satu semester yang bersangkutan.

  6. Mahasiswa yang terlambat melakukan pendaftaran ulang harus memperoleh ijin khusus terlambat mendaftar ulang terlebih dahulu dari Dekan atau yang diberi wewenang untuk itu.

  7. Mahasiwa yang tidak melakukan pendaftaran ulang, status kemahasiswaannya pada semester yang bersangkutan menjadi batal dan tidak diperkenankan mengikuti segala kegiatan akademik serta menggunakan fasilitas yang tersedia.

  8. Mahasiswa yang dimaksud oleh ayat 7 diatas diwajibkan melapor secara tertulis kepada Dekan.

2. Terlambat Mendaftar

Mahasiswa yang terlambat mendaftar ulang tidak diperbolehkan mengikuti semua kegiatan pendidikan di dalam semester yang, bersangkutan. Mahasiswa tersebut diharuskan melaporkan diri kepada Dekan Fakultas Kehutanan UGM agar dapat diterbitkan surat izin tidak mengikuti kegiatan akademis (izin non aktif). Laporan keterlambatan pendaftaran ulang tersebut harus dilakukan secepat mungkin, selambat lambatnya dua bulan setelah pendaftaran ulang ditutup, yaitu pada pertengahan bulan November untuk pendaftaran ulang semester 1, dan pada akhir bulan April untuk pendaftaran ulang semester 11. Apabila mahasiswa yang bersangkutan tidak melaporkan diri kepada Dekan Fakultas Kehutanan UGM, sehingga tidak mendapat surat izin nonaktif, maka masa nonaktif akan diperhitungkan dalam hubungannya dengan batas waktu studi yang bersangkutan.

3. Cuti Kuliah

Mahasiswa dapat mengajukan permohonan ijin cuti studi kepada Dekan atau Rektor, setelah lolos dari evaluasi 4 semester pertama. Ijin cuti selama 1 sampai 4 semester diajukan kepada Dekan, sedang ijin cuti lebih dari 4 semester diajukan kepada Rektor. Ijin cuti dapat diberikan paling lama 10 semester.
Menjelang berakhirnya masa cuti studi selesai, mahasiswa diharuskan mengajukan permohonan aktif kembali sesuai dengan prosedur permohonan cuti. Bila cuti studi kurang dari 4 semester, permohonan aktif kernbali diajukan kepada Dekan, bila cuti studi lebih dari 4 semester, permohonan aktif kembali diajukan kepada Rektor. Apabila permohonan aktif diajukan lebih dari 5 tahun terhitung dari saat yang bersangkutan telah mendapat ijin tidak aktif, maka mahasiswa kehilangan haknya untuk melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada.
Selama cuti studi, semua kegiatan pendidikan mahasiswa (kalau ada) tidak diperhitungkan dalam evaluasi hasil studi.
Persyaratan pendaftaran kembali setelah cuti ialah
- Kartu mahasiswa terakhir,
- Surat izin tidak aktif kuliah,
- Surat izin aktif kembali Mendaftarkan diri di Loket Khusus di Bagian Registrasi BAA UGM Jl, Kinanti, Barek (sebelah utara gedung MM UGM) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4. Sanksi Akademik

Mahasiswa yang terbukti melakukan kecurangan atau pelanggaran akademik akan diberi sanksi akademik. Contoh kecurangan atau pelanggaran yang dimaksud misalnya:
- Mengerjakan ujian atau laporan praktek atau laporan penelitian untuk mahasiswa lain.
- Bekerja sama dalam mengerjakan soal ujian.
- Menjiplak/meniru hasil penelitian orang lain.
- Melanggar kode etik pendidikan yang lain
- Memalsu nilai ujian atau praktikum.
Bentuk hukuman akademik dapat bervariasi menurut berat ringannya pelanggaran. Contoh hukuman akademik yang ringan misalnya nilai ujian dibatalkan dan diharuskan mengulang ujiannya, pembatalan praktikum dsb. Contoh hukuman akademik yang berat bervariasi dari pengenaan skors untuk satu atau beberapa semester sampai dikeluarkan dari Fakultas Kehutanan UGM. Selama mahasiswa menjalani skorsing, waktu skors diperhitungkan dalam evaluasi masa studi.

5. Tata Tertib Ujian Sisipan dan Ujian Akhir

  1. Peserta Ujian adalah mereka yang terdaftar sebagai mahasiswa pada semester yang sedang berjalan.

  2. Peserta ujian baru boleh masuk ruang ujian setelah dipersilahkan oleh Pengawas Ujian.

  3. Peserta ujian tidak boleh menggeser atau memindah tempat duduk yang berada di dalam ruang ujian.

  4. Setelah dipersilahkan oleh pengawas ujian, peserta baru diperbolehkan membaca soal ujian.

  5. Peserta ujian harus menandatangani daftar hadir ujian (rangkap tiga) dan menunjukkan Kartu Mahasiswa/Kartu Ujian yangf berlaku pada semester berjalan kepada Ujian yang Pengawas Ujian.

  6. Peserta ujian tidak bolen saling meminjamkan alat-tulis ataupun buku (untuk ujian open book).

  7. Peserta ujian selarna ujian berlangsung tidak boleh berbicara, berbisik, melihat pekerjaan peserta lain atau , untuk melihat memberi kesempatan melihat pekerjaannya. Permintaan penjelasan hanya dapat diajukan kepada pengawas Ujian dengan cara mengacungkan tangan.

  8. Peserta Ujian dapat meninggalkan ruang ujian dengan tenang setelah ujian berlangsung selarna 20 menit, dan kertas pekerjaan ujian supaya diserahkan kepada Pengawas. Kertas pekerjaan ujian yang telah diserahkan kepada Pengawas Ujian tidak boleh diminta kembali.

  9. Peserta Ujian yang dinyatakan melanggar tata tertib ujian akan mendapat teguran dari Pengawas Ujian. Apabila pelanggaran tetap berlangsung pada teguran berikutnya Pengawas Ujian berhak mengeluarkan peserta ujian dari ruang ujian dan ujiannya dianggap gugur.

  10. Peserta ujian yang tidak mengindahkan Pengawas Ujian akan mendapat sangsi akademis dari Fakultas Kehutanan UGM.

  11. Peserta Ujian yang, datang 20 rnenit setelah ujian berlangsung tidak boleh rnenglkuti ujian dan atau ujiannya dinyatakan gugur.

  12. Feserta ujian yang mengalami konflik/ tumbuk waktu ujian untuk dua mata ujian atau lebih supaya melapor ke Sub Bag Pendidikan sebelum ujian dimulai untuk diatur penyelesaiannya.

  13. Peserta Ujian dianggap telah mengetahui tata tertib ujian termasuk jadwal ujian dan perubahannya.

  14. Lain-lain

  15. Hal hal yang belum tercantum dalam Tata Tertib Ujian ini, diumumkan kemudian.

Pada prinsipnya tidak ada ujian susulan Kehutanan UGM. Pengecualian dapat diberikan pada peserta ujian untuk dua alasan, yaitu:

    1. Peserta ujian sakit rawat inap di Rumah Sakit (opnarne), dengan ketentuan segera melapor ke Pengurus Fakultas paling lambat 3 (tiga) hari sejak masuk rumah sakit dilengkapi surat keterangan dari Kepala Rumah Sakit (bukan Surat Keterangan Dokter). Ujian susulan hanya berlaku untuk mata pelajaran yang jadwal ujiannya bersarnaan dengan waktu opname sampai dengan hari ketiga setelah keluar dari rumah sakit.

    2. Apabila orang tua atau saudara kandung meninggal dunia, peserta ujian segera menyerahkan surat keterangan dari RT/RW/Kepala Desa tempat tinggal orang tua bersangkutan. Surat Keterangan harus sudah disampaikan kepada Pengurus Fakultas (Pembantu Dekan 1) paling lambat 3 (tiga) hari setelah tanggal kesripahan/hari meninggal dunia. Ujian susulan hanya berlaku untuk mata pelajaran yang jadwal waktu 39 ujian bertepatan dengan waktu (hari) kesripahan sampai dengan hari kelima sesudahnya.

16. Hal hal yang belum tercantum dalam Tata Tertib Ujian ini, diumumkan kemudian


Struktur Pendidikan

Dengan berdiri menjadi fakultas tersendiri, Fakultas Kehutanan dilengkapi dengan jurusan/bagian sebagai unsur pelaksana akademik dan laboratorium sebagai perangkat penunjang pelaksanaan program-program akademik. Saat ini terdapat 4 bagian/jurusan dalam Fakultas Kehutanan yaitu :

  1. Bagian/Jurusan Manajemen hutan,

  2. Bagian/Jurusan Budidaya Hutan,

  3. Bagian /Jurusan Teknologi Hasil Hutan dan

  4. Bagian/jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan.

Pada tiap bagian/jurusan dibentuk perangkat-perangkat pelaksana akademik berupa laboratorium dan perangkat lain.

 


Administrasi Pendidikan

Pelaksanaan administrasi Akademik diatur pada tingkat Fakultas dan Universitas. Administrasi akademik berada dalam satu sistem, yang merupakan fasilitas pendukung dalam perencanaan, pengorganisasian dan evaluasi pelaksanaan pendidikan.

1. Persyaratan Administrasi

Dalam pelaksanaan kegiatan akademik, ada beberapa hal yang harus diketahui yaitu :

a. Petunjuk dan ketentuan

  • Kalender akademik yang memuat:tata waktu permulaan dan akhir kegiatan kuliah, periode pelaksanaan ujian, waktu pengumuman hasil ujian.
  • Jenis, kedudukan dan sifat mata kuliah sesuai dengan jenjangnya, serta bobot SKS untuk masing masing mata kuliah tersebut.
  • Mata kuliah yang memerlukan prasyarat atau praktikum akan dicanturnkan dengan jelas. Mata kuliah yang memerlukan prasyarat baru diperkenankan diambil apabila mata kuliah prasyaratnya telah diambil terlebih dulu dengan nilai minimal D.

b. Bimbingan Akademik oleh Dosen Pembimbing Akademik

- Bimbingan akademik diberikan dalam bentuk konseling akademik & non akademik dan pada dasarnya dapat dilakukan setiap saat oleh dosen pembimbing akademik.

 

- Bimbingan dalam bentuk penyusunan rencana studi diberikan secara terjadwal setiap awal semester.

2. Pelaksanaan Administrasi Akademik

Administrasi akademik dilaksanakan setiap semester, dan pelaksanaannya diatur dalam beberapa tahap kegiatan sebagai berikut:
- Persiapan pendaftaran.
- Pengisian KRS yang disyahkan oleh Dosen Pembimbing Akademik masing masing.
- Pelaksanaan kuliah, praktikum dan praktek.
- Ujian dan pengumuman hasil ujian.
- Pencatatan nilai hasil ujian.

a. Persiapan Pendaftaran
Setiap awal semester, mahasiswa akan menentukan mata kuliah yang akan diambil, pada semester yang akan datang. Dalam hal ini mahasiswa harus mempersiapkan diri sebelum hari pendaftaran. Hal yang harus dipersiapkan antara lain
- Kartu rencana studi (KRS).
- Kartu hasil studi (KHS).
- Kumpulan hasil nilai.
- Kartu mahasiswa.
- Kartu perubahan rencana studi (KPRS).
KPRS diperlukan kalau ada perubahan KRS karena alasan alasan tertentu, misalnya jam kuliah yang bersamaan, pembatalan mata kuliah karena jumlah pengikut kuliah hanya sedikit, dan sebagainya.

b. Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)
Pengisian KRS harus dilaksanakan menurut prosedur yang telah ditetapkan. Waktu pengisian KRS diatur oleh Fakultas dan diumurnkan jauh sebelum pendaftaran dimulai. Pendaftaran KRS di luar waktu yang telah ditetapkan hanya diperkenankan bagi mahasiswa yang sedang melakukan tugas fakultas dengan mengajukan ijin terlebih dulu. Pada waktu kartu melakukan pendaftaran, mahasiswa harus menunjukkan kartu mahasiswa yang masih berlaku.
Dalam pendaftaran tersebut, apabila semuanya telah dianggap memenuhi syarat, mahasiswa akan diberi lembaran petunjuk, KRS dan KHS semester sebelumnya. Pengisian KRS tidak dapat diwakilkan kepada orang lain, kecuali dengan surat kuasa yang diketahui oleh Dekan karena alasan tertentu. Keterlambatan pendaftaran pengisian KRS akan berakibat timbulnya kesulitan, antara lain pada pencantuman nama mahasiswa sebagai peserta kuliah praktikum dan praktek bagi mereka yang mengikuti kuliah, praktikum dan praktek.
Perubahan KRS dapat dilakukan selambat lambatnya dua minggu setelah kuliah berlangsung menurut jadual dalam kalender akademik. Pembatalan kuliah bukan perubahan KRS boleh dilakukan selambat lambatnya tiga minggu setelah kuliah berlangsung menurut jadual dalam kalender akademik. Pembatalan tersebut diberitahukan kepada Dosen Pembimbing Akademik dan diketahui oleh Sub Bagian Pendidikan. Apabila ketentuan ketentuan tersebut tidak dipenuhi, maka pembatalan mata kuliah dianggap tidak syah dan diberikan nilai E terhadap mata kuliah yang bersangkutan dan tetap diperhitungkan dalam perhitungan IP. Prosedur pembatalan mata kuliah sama seperti prosedur pengisian KRS.

c. Contoh Rencana Studi
Pada dasarnya mahasiswa bisa merencanakan kapan ia akan menyelesaikan studi dengan menyusun rencana studi secara keseluruhan. Pada Semester 1 seluruh mahasiswa, diberi kesempatan yang sama untuk mengambil 22 SKS, selanjutnya pengambilan mata kuliah semester berikutnya akan bergantung pada pencapaian nilai indeks prestasi.
Untuk membantu para mahasiswa menyusun rencana studinya dibawah ini diberikan gambaran sebagai berikut:
Contoh rencana studi berikut dibuat sebagai pedoman untuk mahasiswa pemula dalam merencanakan jadwal studi S1 di Fakultas Kehutanan UGM. Contoh penjadwalan ini didasarkan untuk mahasiswa rata-rata yaitu mereka yang diijinkan mengambil 18 SKS per semester setelah semester 1. Dengan kondisi seperti ini diperkirakan studi bisa diselesaikan dalam 9 Semester.

Download Tabel contoh rencana studi (disini)